Artikel
Pola Asuh Anak di Keluarga Cegah Terjadinya Stunting Sejak Dini
Mengubah pola asuh menjadi salah satu cara mencegah terjadinya kelainan gizi kronis (stunting). Pola asuh di dalam keluarga hingga lingkungan pendidikan, diperlukan agar perbaikan gizi terhadap anak dapat berlangsung secara kontinyu.
Pembina Kesehatan I Wayan Eka Tresna W.D "mengatakan, pada dasarnya stunting dapat dicegah dan penderitanya dapat membaik dengan perbaikan asupan gizi dan pola hidup. Pasalnya, stunting sendiri terjadi selama masa kehamilan dan biasanya baru terlihat saat anak berusia dua tahun.Namun, menurut dia, memastikan anak berada dalam kondisi atau suasana hati menjadi hal yang perlu dipahami lebih dulu.
“Karena, anak harus terhindar dari stress yang berdampak pada keseharian mereka. Kondisi emosi anak itu menjadi penting, terutama selama 1000 hari pertama kehidupan,” ujar Eka Tresna, pada pembinaan Posyandu tentang Cegah Stunting yang diikuti oleh 102 peserta, di Balai Masyarakat Desa Bayung Cerik, Rabu 25 September 2019.
Menurut Eka Tresna, kondisi emosi anak akan berpengaruh pada metabolisme mereka. Apabila tidak stabil, bisa saja anak akan terdampak stres yang akhirnya memengaruhi pola makan mereka.
Hal itu, dianggap berbahaya karena tidak menutup kemungkinan anak yang stres memiliki nafsu makan rendah. Ia melanjutkan, jika itu terjadi maka asupan gizi pada anak pun bisa berkurang sehingga daya tahan tubuh anak rendah.
“Jadi siklus ini berdampak pada metabolisme tubuh yang kurang, penyerapan gizi juga kurang, nah nanti sistem imunitasnya akan terpengaruh secara negatif,” katanya.
Menurut dia, emosi sangat erat kaitannya dengan kesehatan fisik. Kondisi anak yang terus menurun secara kronis, dapat menyebabkan stunting karena gizi yang tidak tercukupi.
Oleh karena itu, orangtua, tenaga pendidik, ataupun tenaga kesehatan memiliki peranan penting untuk memperhatian kondisi anak secara menyeluruh.
“Selain itu, emosi dan kesehatan jiwa juga sangat berkaitan. Ini tentang bagaimana cara anak mampu mengelola emosi, sangat berkesinambungan dengan kehidupan anak,” ujarnya.
Eka Tresna mengingatkan, untuk membesarkan anak terutama di dua tahun pertamanya, lingkungan harus bisa memberikan emosi positif. Seluruh potensi munculnya neurosis (ketidakseimbangan mental yang menyebabkan stress) harus dihindari.
“Anak usia dini memang spesial, harus diberi perhatian lebih. Mereka mudah merasa takut, bosan, dan khawatir, semua perasaan itu akan berpengaruh pada mental dan fisiknya,” ujar Eka Tresna.



Musdes tentang Perencanaan Pembangunan Desa Tahun Anggaran 2027
Posyandu Integrasi Layanan Primer Desa Bayung Cerik
Penyaluran BLT Dana Desa Bulan April Mei Desa Bayung Cerik
Penyaluran BLT Dana Desa Bulan 1-3 Desa Bayung Cerik
Musdes tentang Penghapusan Aset Desa untuk Gerai Koperasi Desa Merah Putih
Posyandu Integrasi Layanan Primer Desa Bayung Cerik
Jumat Bersih Kantor Desa Bayung Cerik
Bhatara Hyang Guru Sebagai Lambang Desa
MUSDES Pertanggung Jawaban Pengelolaan dan Keuangan BUMDesa
Pentingnya Kesehatan Reproduksi Remaja
Penyelenggaraan Posyandu Balita dan Lansia
Pembersihan Lingkungan Desa
Pengaspalan Jalan Desa
Pembinaan Remaja dan Posyandu Remaja Desa Bayung Cerik
Kegiatan Posyandu Balita Bulan Oktober
Kegiatan Pembersihan di Kantor Desa Bayung Cerik
Pencairan BLT Dana Desa Tahap VI
Musdes Penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDesa) Tahun Anggaran 2025
Kerja Bakti Pembersihan Lingkungan bersama karang taruna Desa Bayung Cerik
APBDes Tahun Anggaran 2023 Desa Bayung Cerik
APBDes Tahun Anggaran 2025 Desa Bayung Cerik
