• Desa Bayung Cerik, Kintamani
  • 081237254951
  • desabayungcerik@gmail.com
INFO
  • Selamat Datang di Website Resmi Desa  Bayung Cerik, Kecamatan  Kintamani, Kabupaten Bangli. Media komunikasi dan transparansi Pemerintah Desa Bayungcerik untuk seluruh masyarakat.
  • Silahkan datang ke Kantor Desa Bayung Cerik meminta PIN jika Anda ingin melihat data yang terdaftar di Data Kependudukan, atau ingin melaporkan sesuatu ke Pemerintah Desa.

Pola Asuh Anak di Keluarga Cegah Terjadinya Stunting Sejak Dini

27 September 2019 admin-bayungcerik Berita Desa Dibaca 232 Kali

Mengubah pola asuh menjadi salah satu cara mencegah terjadinya kelainan gizi kronis (stunting). Pola asuh di dalam keluarga hingga lingkungan pendidikan, diperlukan agar perbaikan gizi terhadap anak dapat berlangsung secara kontinyu.

Pembina Kesehatan I Wayan Eka Tresna W.D "mengatakan, pada dasarnya stunting dapat dicegah dan penderitanya dapat membaik dengan perbaikan asupan gizi dan pola hidup. Pasalnya, stunting sendiri terjadi selama masa kehamilan dan biasanya baru terlihat saat anak berusia dua tahun.Namun, menurut dia, memastikan anak berada dalam kondisi atau suasana hati menjadi hal yang perlu dipahami lebih dulu.

“Karena, anak harus terhindar dari stress yang berdampak pada keseharian mereka. Kondisi emosi anak itu menjadi penting, terutama selama 1000 hari pertama kehidupan,” ujar Eka Tresna, pada pembinaan Posyandu tentang Cegah Stunting yang diikuti oleh 102 peserta, di Balai Masyarakat Desa Bayung Cerik, Rabu 25 September 2019.

Menurut Eka Tresna, kondisi emosi anak akan berpengaruh pada metabolisme mereka. Apabila tidak stabil, bisa saja anak akan terdampak stres yang akhirnya memengaruhi pola makan mereka.

Hal itu, dianggap berbahaya karena tidak menutup kemungkinan anak yang stres memiliki nafsu makan rendah. Ia melanjutkan, jika itu terjadi maka asupan gizi pada anak pun bisa berkurang sehingga daya tahan tubuh anak rendah.

“Jadi siklus ini berdampak pada metabolisme tubuh yang kurang, penyerapan gizi juga kurang, nah nanti sistem imunitasnya akan terpengaruh secara negatif,” katanya.

Menurut dia, emosi sangat erat kaitannya dengan kesehatan fisik. Kondisi anak yang terus menurun secara kronis, dapat menyebabkan stunting karena gizi yang tidak tercukupi. 

Oleh karena itu, orangtua, tenaga pendidik, ataupun tenaga kesehatan memiliki peranan penting untuk memperhatian kondisi anak secara menyeluruh. 

“Selain itu, emosi dan kesehatan jiwa juga sangat berkaitan. Ini tentang bagaimana cara anak mampu mengelola emosi, sangat berkesinambungan dengan kehidupan anak,” ujarnya.

Eka Tresna mengingatkan, untuk membesarkan anak terutama di dua tahun pertamanya, lingkungan harus bisa memberikan emosi positif. Seluruh potensi munculnya neurosis (ketidakseimbangan mental yang menyebabkan stress) harus dihindari.

“Anak usia dini memang spesial, harus diberi perhatian lebih. Mereka mudah merasa takut, bosan, dan khawatir, semua perasaan itu akan berpengaruh pada mental dan fisiknya,” ujar Eka Tresna.

 

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun)
Formulir Komentar (Komentar baru terbit setelah disetujui Admin)
CAPTCHA Image
Isikan kode di gambar